Tajam ke bawah tumpul ke atas

Ku awali artikel dengan dengan menyebut nama Allah zat yang maha adil zat yang maha bijaksana
Solawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad Saw , manusia yang di beri karunia oleh Allah untuk menjadi pemipin yang adil, semoga kita bisa meniru perilaku nya dan memperoleh syafaatnya Amin.

Semua orang pasti ingin keadilan , karena dengan keadilan adalah segala sesuatunya akan terasa pas di hati , menegakkan keadilan bukanlah hal yang mudah , jangan kan kita , seorang hakim saja bisa berlaku tidak adil. jika hakim saja tidak adil, keadilan di dunia itu hanya bersifat relativ , ya relativ di satu sisi ada yang merasa puas dan sebaliknya di satu sisi lain ada yang merasa kecewa
agar lebih jelasnya kita lihat ilustrasi berikut.

sebuah keluarga yang hidup tentram dan sejahtera , pada suatu si orang tuanya meniggal dunia , maka terjadi percekcokan warisan antara dua bersaudara , siapa yang lebih berhak mendapat bagian yang lebih banyak.

Kakak : pokoknya aku yang harus mendapat 8 hektar ladang ayah karena aku yang lebih tua , sedang kamu dapat 2 hektar bagian .(“cetus dengan nada tinggi”).

Adik : tidak bisa , meski saya di sini lebih muda dari anda tapi saya bekerja lebih keras dari saya , saya yang memberi pupuk , menanam dan merawat ladang itu , sedang anda hanya diam santai dengan merokok . (“merasa tidak terima atas perlakuan si sulung”).

Kakak : oke kalau begitu agar masalah ini lebih fair , bagaimana jika kita mewusyarahkan kepada paman kita mungkin dia akan lebih tahu solusinya

Adik : Saya harap , juga bia memecahkan masalah ini.

Dua bersaudara itu pergi menemuai paman mereka , mereka berharap agar masalah itu dapat terpecahkan serta akan memperoleh hasil yang sama sama memuaskan.

secara panjang lebar mereka menjelaskan masalah yang terjadi pada mereka
dan akhirnya paman tersebut memutuskan seadil adilnya

Paman : Menurut pendapat paman, meski Adik lebih bekerja lebih keras dari pada Kakak, tetapi berdasarkan tradisi yang tertualah yang harus menerima bagian warisan yang lebih banyak , jadi saya putuskan bahwa kakakmu lah yang berhak menentukan berapa bagianmu. “jawab dengan mantap”

Adik : ini tidak adil , Bukankan yang pekerja keras akan mendapatkan buah yang lebih banyak.

Kakak : kau harus terima keputusan ini karena paman adalah yang tertua dari keluarga ini , jadi dia akan mengerti yang mana yang lebih adil.

Jika anda berada di posisi Paman , apa yang akan anda putuskan dan apakah keputusan anda sudah adil seadi adil lnya.

Jadi secara kesimpulannya melakukan suatu keadilan adalah perkara yang sangat sulit untuk di terapkan bahkan ada sebagian yang mengatakan dengan pepatah “impossible thing is to judge”.

Adolf Hitler adalah seorang pemimpin yang memiliki julukan “dictator leader”, sudah berapa ribu manusia yang dia layangkan nyawanya , dan sekarang jika seorang hakim menghakimi perbuatan Adolf Hitler , apa balasan yang setimpal untuk menghukum sang dictator , apakah penjara seumur hidup , atau kah hukum gantung , pancung , rajam , tapi itu bukan lah balasan yang adil karena 1 nyawa sang diktator yang hilang banding ribuan nyawa orang yang tak bersalah.

seperti yang di singgung pada postingan ini , secara simple definisi adil adalah suatu tindakan yang dilakukan agar di kedua belah pihak saling memperoleh kepuasan.
meski anda sudah hapal teori-teori tentang ilmu hukum atau anda sudah mengambil s3 jurusan hukum di universitas kelas terbaik, anda akan merasa kesulitan untuk bertindak adil, karena it’s not only theory but it’s reality.

Apakah indonesia negara kita tercinta sudah bertindak adil atas hukum , atukah sebaliknya , akhir akhir ini hukum negara kita itu tajam kebawah tumpul ke atas , hukum itu bukanlah untuk bersifat tegas , tapi harus adil , karena kita sering mendengar demo atu di wacana sering bertuliskan “pemerintah harus bertidak tegas atas blablabla” , jika seorang anak maling sandal dan kita sampai harus memasanya apakah itu adil ? , benar itu tegas tapi it’s over , dan seorang public figure yang terjaring razia seks secara santai kita berkata “itu kan urusan dia bukan urusan kita” bahkan sampai sampai pengadilan secara bertele-tele memutuskan keadilan, kita ambil contoh kecil saja dari kasus kopi sianida apakah kasus itu sudah berujung pada penyelesaian atau sebaliknya , atau kasus yang menyebabakan hutan kebakaran , hakim bilang “pohon itu bisa tumbuh lagi”, andaikan ada seorang pengendara lalu menabrak secepatnya orang itu akan di penjara , apakah ini menyatakan bahwa

UANG > KEADILAN



kesimpulan


Seadil-adilnya manusia pasti akan ada satu pihak yang merasa kerugian , baik ketidak puasan atau terbebani , tapi kita harus berusaha untuk mengedepankan keadilan meski kita tahu bahwa itu bukanlah kedilan yang sejati sesungguhnya Allah lah Zat yang maha adil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s