Tempat yang tinggi

Siang malam seisi bumi dan langit bertasbih kepada engkau Ya Allah Wahai dzat yang maha agung dan juga bersholawat kepada Nabi besar muhammad Saw semoga aku dapat memperoleh safa’at dan aku bisa meniru akhalakul karimahnya , Semoga allah selalu menganugrahkkan ilmu kepada ku dan semoga Allah selalu melindungiku dan semoga Allah selalu senantiasa mengampani dosa ku dan kedua orang tua ku.

Adhan subuh berkumandang, segala aktivitas di hentikan senjenak untuk bermunajah kepada Sang pencipata, Sang pemberi kenikmatan, Zat yang maha satu Allahul adzhim , ku hentikan segala aktivatasku, Ya aktivatasku karena tradisi di pesantren ku malam adalah suatu kesempatan yang besar untuk beribadah kepada Allah , ku tutup buku Fisika ku , lalu aku segera berwudhu’ untuk menghilangkan hadas kecil , mensucikan diriku karena sesungguhnya Allah itu maha suci.

Sesudah aku wudhu’ dua orang temanku mnghampiriku mereka adalah Subki dan Ali.
mari sholat berjamaah “ajak Ali dengan bersemangat”
kebetulan nih aku kangen mendengarkan syech alghomidi mengimami kita “jawab Subki dengan sedikit nada bercanda”
aku langsung menyahut gurauan mereka , aku tahu bahwa mereka sedang menyindir ku , katanya aku mirip syech alghomidi , meski tidak begitu mirip ya tapi tidak beda jauh .
syech algomidi itu ulama , aku masih perlu untuk menjadi seseorang yang berilmu , malu rasanya aku di samakan dengan syech alghomidi “sahut aku”, tapi insyaaalah aku akan berusaha untuk menjadi seorang seorang ulama sekelas syech alghomidi.
kamu jangan mengecilkan diri , kan kamu KW nya”sahut subki dengan nada agak mengejek”.

meski aku di ejek aku tahu bahwa mereka hanya bercanda , jadi aku tidak ambil serius gurauuan mereka , di musholla kami, iqomah sudah mulai dikumandangkan Allahuakbar Allahuakbar

ayo solat dimusolla aja, kan jamaah lebih banyak dari kita bertiga “ajak Ali”
tap Subki tidak mendengarkan ajakan Ali karena Subki ingin sekali di imami sholat oleh syech alghomidi , maksudnya aku
solat dimana kita nih “Ali bertanya”
gimana kalau kita solat di genteng aja , jawab Subki dengan bercanda
kemudian aku menyahut percakapan mereka , emang bisa solat di genteng
kemudian Subki menjelaskan “maksud ku bukan solat digenteng , tapi solat di atas tingkat ”
Ali lalu berteriak mengagetkan kita berdua “ohh , ide bagus tuh sub, jadi ada sensasi baru , solat di atas”
solat itu niatnya bukan cari sensasi di tapi niat kita adalah mendekatkan diri kepada allah , di manapun kita solat kita harus mempunyai tujuan yang benar bukan niat untuk yang lain li, jawab aku untuk menjelaskan pada Ali

bercanda kalek bang “jawab Ali”

emang dari kita bertiga Ali lah anak yang paling cerewet dan anak yang paling jahil , meski sebernarnya dia baik hati karena selalu membawakan nasi dari rumahnya , dan sering meminjamiku barang.

“kemarin kan hujan , jadi otomatis tingkat atas ya basah “aku menggrutu”
yang penting kan ada sajadah bang jadi gak bakalan basah deh , oke di mari ambil sajadah”, sahut Subki

kita bertiga naik kelantai atas kebetulan lantai itu adalah lantai atap , karena pondok kami adalah cor-coran jadi kami bisa langsung melihat langit dan bintang yang bertebaran menandakan keagungan Sang Kholiq

ketika aku sampai di lantai atas , aku terkejut atas pemandangan nya , dalam hati aku berkata Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah allahu akbar lahawlawalaquwwata illa billahil aliyil adhzim , aku takjub kepada sang Kholiq , betapa mudahnya allah menciptakan langit bumi, bintang dan seisinya .

meski lantai atas tidak terlalu tingg kira kira 20 meter , tapi dengan jelas aku dapat melihat bertaburan di langit seraya bertasih kepada Allah , aku sempat teringat Syech badiuzzaman said nursi , beliau adalah ulama alim yang menyukai tempat yang tinggi karena disanalah beliau dapat bertafakkur dengan khusuk , merenung Bertafakur alam, melihat segala ciptaan-Nya untuk diniatkan ibadah mencari keridhoan Allah.

Aku sempat berdoa dalam hati , yaAllah jadikanlah aku seorang badiuzzaman seperti kau sudah menganugrahkannya kepada syech Badiuzzaman said nursi , untuk mengenal siapakah Badiuzzaman said nursi , insyallah akan aku ceritakan secara di artikel selanjutnya .

kita semua akan memulai sholat berjamaah Subki mengumandakan iqomatnya
mohon shaf nya diluruskan dan di rapatkan , lurusnya shaf yaitu ketika kaki dan bahu saling bertemu , sholatlah seperti sholat terakhir kita, Allahu akbar .”perintahku kepada para jamaah”

aku tenggelam di dalam sholatku , betapa luar biasa nya sholat shubuh ku ketika aku merasakanya di tempat yang tinggi , pada rokaat pertama aku membaca surat alfatihah lalu di lanjutkan surat alkahfi dengan langgam syech misyari rasyid , dia adalah salah satu ulama favoritku, aku sangat suka membaca surat alkahfi ,surat yang menceritakan Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.
Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-‘Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).

aku sangat mencintai alquran , sering aku berkeinginan untuk mejadi sorang hafidz quran , tetapi aku masih belum sanggup , karena seperti guru ku katakan semakin besar pahala dari suatu ibadah maka semakin besar juga tantangannya , maksudnya ketika kita menghafal quran jika kita lupa karena keteledoran kita maka kita kan mendapatkan dosa besar .
tapi aku tidak putus asa , aku selalu berdoa kepada allah supaya Allah memberiku kesanggupan untuk menjadi seorang tahfidz.

di rakkat kedua aku membaca alfatihah kemudian dilanjutkan surat albaqarah dengan menggunakan langgam syech sa’ad alghomidi , aku seperti tenggelam khusyuk dengan bacaanku, sampai sampai aku tidak sadar aku membaca lebih dari 1 maqro’ , itu termasuk lama di desaku karena imam imam disini sering membaca ayat ayat pendek.

setelah solat subuh aku bertafakur , betapa sungguh sempurnya Allah Swt , menciptakan bumi dan langit yang terbentang indah ini , aku merasa tentram melihat gunung yang senantiasa bersujud kepada Allah bintang bulan , langit dan seluruh isi bumi dan langit ini seraya bertasbih menyebut nama Allah

la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin.

subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s