Sakit gigi perdana

Subhannallah wabi hamdihi , subhanallah hil adzim ,lailla hailla anta subhanaka inni kuntu minadzolimin,
Allahumma solli ala sayyidina muhammadin sholatan tagfiru bihadz dzunub watuslihu bihal qulub watantoliqu bihal usub wa ala alihi wasohbihi waman ilaihi mansub.

Juma’t sore berlatar di tempat tidur , aku mengalami laga perdanaku yah , bukan hanya sebuah club atau company yang mempunyai laga perdana , tapi aku pun juga merasakannya dan kejadian perdana ini adalah hal yang unik yaitu sakit gigi pertama ku, yah inilah rasa sakit gigi yang pertama aku alami karena sedari kecil aku belum pernah merasakan rasa sakit gigi sejati atau aku belum tentu benar-benar tahu seperti apakah rasa-rasanya sakit gigi , dulu ketika seorang temanku mengalami sakit gigi , kebetulan aku sedang menabuh meja dalam bahasa ku itu “kotek’an” dia marah kepadaku sambil mengatakan “jangan gaduh aku lagi sakit gigi tau”  , dalam hati aku berkata , betapa alaynya anak itu , masak separah itu kah sakit gigi .

 

Dan sekarang kejadian itu tertimpa padaku , terasa kenyut-kenyut bagian bawah rahangku aku berfikir ini bukan sakit gigi , lalu aku mengecek masalah dengan gigi ku dengan mengambil sebingkai kaca , dan ternyata gigi ku “berlubang” dan itu terasa sakit selama beberapa menit , lalu aku coba sempatkan untuk memejamkan mataku , mungkin ini bisa menghilangkan rasa sakit itu , tetapi semakin diriku memejamkan mata ini , gigi ku terasa nyilu , lalu aku pergi ke kamar mandi dan mencoba untuk menyikat gigi ku mungkin dengan perantara gosok gigi , dapat menghilangkan rasa sakit , tetapi semakin sakit , aku terbaring tak berdaya dengan sakit gigiku , aku merasa bersalah kepada orang yang pernah aku ejek ketika dia menanyakan solusi sakit gigi kepadaku .

Semakin ku memejamkan mata, semakin nyilu bagian rahang bawahku , sehingga membuatku mengeluh , Dalam hati aku berucap “Ya Allah , Aku rela , jika dengan sakit gigi ini kau mengampuni segala dosa-dosa ku”, Tetapi di sisi lain aku merasa tidak sabar , aku berniat untuk segera mencabut gigi ini , aku teringat seorang kekasih allah seperti nabi ayyub as yang terkena penyakit kulit yang sangat parah tapi nabib ayu tetap sabar dalam menjalankannya dan aku merasa malu kepadanya ketika beliau (nabi ayyub) akan melakukan sholat dia selalu mengeluarkan ulat-ulat yang besar yang ada di luka kulitnya dan sesudah solat dia mengembalikan ulat tersebut ke asal kembali tak hanya sampai itu seluruh kekayaan nabi ayyub juga kehilangan Harta benda termasuk anak beliau , sampai sampai di tinggalkan oleh istrinya nabi ayyub  , Ya ALLAH betapa teguhnya kesabaran nabi ayyub tersebut semoga aku bisa menjadi orang yang sabar meski ke sabaranku tidak samapai setengahnya kesabaran nabi ayyub , ada lagi salah satu kekasih allah yaitu nabi yusuf a.s. betapa beliau begitu sabarnya ketika mendapakan fitnah menunduh memperkosa seorang ratu zulaikha sampai sampai beliau di penjarakan tanpa melakukan kesalahan tersebut lalu beliau berdoa kepada Allah Swt “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf [12]: 33) , beliau tetap sabar dan tabah karena beliau tahu bahwa ini adalah cobaan dari Allah , yang bisa menjadi batu pijakan menjadikan seseorang yang dekat dengan sang illahi, begitu pun juga kekasih allah yang sangat sabar ketika di telan oleh seekor paus besar  yaitu nabi Yunus As , seseorang kekasih allah yang salih yang sudah di maksumkan dari perbuatan dosa dan maksiat, Ketika ada di perut paus nabi yussub berdoa “La illaha illa anta subhanaka inni kuntu minaddzholimin” , Ya allah sangatlah jauh amal diri ini dengan kekasih mu ya rab , jadikan lah aku seroang yang sabar , istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada mu ya rab , seorang nabi yang mulia ketika berhadapan dengan rabbnya dia berkata “Sesunnguhnya aku ini adalah orang yang zalim” , sedang diri ini yang benar benar zalim tidak pernah mengaku sekalipun , Ya allah Ampuni lah diri ku ini ya rabb “La illaha illa anta subhanaka inni kuntu minaddzholimin”.

Manusia , khalifah di bumi ini yang di pilih oleh NYA, apakah begitu ?
Manusia, ciptaan NYA yang paling sempurna , apakah begitu ?
Manusia , Derajatmu lebih tinggi dari semua mahluk ciptaan NYA , apakah begitu ?

Jika itu benar , mengapa kau lakukan ini ?
Kau melupakan NYA ketika kau mendapat nikmat.
Tak ada rasa syukur sedikitpun yang kau ucapkun atas ni’mat itu
Seperti kau lupa ingatan pada Zat yang pemberi kenikmatan

Sebaliknya

Ketika kau dapat bencana , musibah
kau menjerit, mengeluh, memaki bahkan sampai mengoyak
merasa bahwa Tuhan tidak pernah adil kepada mu.

Tak sadarkah engkau manusia
Keangkuhanmu sudah menutupi mata hati mu
Dan pikiranmu sudah di belenggu oleh aroganismu

Kau pikir , kau yang punya segalanya ?
Kau pikir kau yang menciptakan ini dan itu ?
Kau pikir kaulah penguasa abadi ?
Kau pikir kaulah yang menumbuhkan tumbuhan ?
Kau pikir , Kau lah yang menghasilkannya ?

Sadarlah Wahai Manusia
Sesunngguhnya perbuatan mu adalah
perbuatan Yang Zalim.

lailla hailla anta subhanaka inni kuntu minadzolimin

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s