About

Sekilas tentang diriku

Aku tak kan bisa mendeskripsikan seperti apa diriku ini , Segala kemampuan yang aku miliki adalah anugrah dari Allah , jadi tak pantas sekali jika aku berkata “I am a blablabla” atau “I’m expert in blablabla “ because without Allah I’m nothing, aku hidup karena Allah aku belajar karena Allah dan begitu pun aku menulis , Semoga allah selalu menganugrahkanku dengan ilmu yang bermanfaat. Diriku masih jauh dari perfect , aku masih berusaha untuk mencari jati diriku yang sebenarnya seperti seekor kepompong yang tidak diperhatikan berevolusi menjadi seekor kupu kupu yang indah menjadi bahan perhatian, Semoga Allah selalu menetapkan hatiku ke jalan yang benar Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ala dinik  Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ala toaatik.

inna ma’al usri yusro, di setiap kesulitan pasti ada dua kemudahan , aku yakin cobaan kehidupan adalah suatu gold chance bagiku dari Allah untuk menjadikanku seorang manusia yang lebih tabah , menjadi generasi ullul Albab , Disini aku berpesan kepada pembaca yang membaca tulisan di sini , janganlah merasa putus asa dalam menghadapi segala masalah , tapi sebaliknya pembaca harus bersyukur atas masalah itu ,itu akan membuat pembaca to be stronger dan disamping itu  akan memperoleh banyak pengalaman berharaga , seperti kata pepatah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita “experience is the best teacher”, Serta Allah memurkai sifat berputus asa, bukanlah maksud ku untuk menceramai atau menggurui pembaca karena diriku masih insan yang banyak khilaf masih terus banyak belajar dan praktek.

Aku lahir di jember 07 mei 1999 lahir dari seorang wanita yang mulia yaitu ibunda tercintaku “aku memanggil beliau  dengan panggilan khas yaitu MAK” Aku mencintainya, menyayanginya, bahkan selalu beliau yang aku banggakan. Itulah yang selalu tersimpan di dalam hatiku hampir sepanjang hidupku. Meskipun terkadang mengeluh karena beliau selalu cerewet menasehatiku untuk kebaikanku juga , tetapi aku tetap menyayanginya sampai akhir hayatku. Sosok beliaulah yang menjadi inspirasiku, sosok beliaulah yang menjadi pedomanku, dan sosok beliaulah yang selalu ada di dalam setiap alunan doaku kepada-Nya. Dialah ibu yang melahirkanku ke dunia ini, dialah ibu yang selalu menyayangiku, dan dialah ibu yang mencintaiku melebihi nyawanya sendiri. Ibuku adalah sosok ibu yang sangat sempurna di mataku. Ibuku adalah sosok wanita yang tangguh di mataku. Dan ibu adalah segala-galanya bagiku, surga ku yang paling berharga semoga Allah selalu mengampuni dosa kedua orang memberi mereka panjang umur Amin . allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. Aku ingat suatu hadis nabi tentang kemulian ibu berikut kutipannya
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Semoga Allah menjadikanku anak yang sholeh taat atas perintah Allah  dan patuh terhadap orang tuanya.

 

Berbicara masalah hobi , aku tidak punya hobi yang menetap , aku selalu hijrah dari suatu hobi ke hobi yang lain tanpa meniggalkan ke istiqomahan hobbi tersebut , aku suka membaca, mengarang , Dan sekarang hobi baruku adalah menulis , aku ingat sebuah pepatah “Setajam dan sekuat apa pun memory anda, jika anda tidak segera mencetak data anda maka ia akan segera musnah”, menulis itu banyak manfaatnya , apa manfaat menulis ? tentu sangat banyak , salah seorang ulama menyatakan bahwa “Aku tidak akan berhenti menulis , karena aku takut belum menuliskan keselamatan ku”.

Apakah Anda Mengetahui Badiuzzaman Said Nursi?, seorang ulama yang sangat tawadduk dan alim , Ya allah Semoga aku dapat menulikan tinta sejarahku sebagaimana Badiuzzaman Said Nursi menuliskan tinta sejarah beliau .